Jumat, 01 November 2013

Jarak

Seorang perempuan pernah mengatakan seperti ini...
"Terpisah oleh jarak itu memang sakit. Tapi lebih sakit lagi ketika kita tahu bahwa jarak itu mudah dijangkau."
Benarkah seperti itu?

Aku, Jakarta, dan Hujan

Hari ini Jakarta hujan
Setiap rintikan air yang jatuh
Mengingatkanku dengan kenangan
Setiap tetesnya berarti satu memori

Senin, 28 Oktober 2013

Sepatu



Kita adalah sepasang sepatu 
Selalu bersama tak bisa bersatu 
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
 
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
 
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan 
Ku tak masalah bila terkena hujan 
Tapi aku takut kamu kedinginan
 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
 
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu
 
Tulus - Sepatu

Picture takes from http://www.animationlibrary.com

Rangkaian Kata Sejuta Makna

Apalah arti sebuah kata atau kalimat jika kita tak bisa mendalami dan memahami maknanya? Kalimat adalah rangkaian kata yang menurut saya mempunyai dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, rangkaian kata itu indah nan bermakna. Kemungkinan kedua, kebalikannya.

Saya hanya ingin berbagi rangkaian kata yang saya kutip dari sebuah lagu. Kenapa harus dikutip dari sebuah lagu? Buat saya, rangkaian kata itu bermakna, lebih dari sekadar berarti dalam hidup saya.

"Kita bisa rasakan bahagia, asalkan kita trus percaya. Sadari semua makhluk tercipta, tuk saling dapat menjalani hidup ini bersama."

"Jangan kau ragu, aku di sini untukmu. Walaupun tak selalu di laga yang sama. Gelap pasti kan menghampiri. Badai pun datang menghakimi. Namun sinarnya kan menjaga, jelas arah kita."

Rangkaian kata di atas saya kutip dari lagu RAN featuring Tulus yang berjudul Kita Bisa.

Kalau disuruh jujur, bagian yang paling bermakna adalah...

"Jangan kau ragu, aku di sini untukmu. Walaupun tak selalu di laga yang sama."
Karena menurut saya, seberapa jauh kita terpisah dari orang-orang yang bermakna dalam hidup kita, mereka akan tetap ada. Walaupun invisible (tak ada langsung di hadapan kita) dan tak selalu di laga yang sama. Tapi, percayalah, Insya Allah, di setiap perpisahan yang menyedihkan, di setiap sekat jarak terjauh yang menghadang, mereka akan ada walalupun tak setiap waktu kita butuhkan dan inginkan. Setidaknya mereka ada di sela-sela atau satu waktu saat kita benar-benar membutuhkan mereka begitupun sebaliknya.

Sabtu, 28 September 2013

Rindu Sahabat

Laut dan ombaknya
Pantai dan pasirnya
Jejak-jejak yang dibuat
Tapak demi tapak yang dilalui
Lengkungan tawa
Air mata
Bahkan emosi serta kegilaan lainnya
Semua mengingatkanku kepada kalian
Kalian yang selalu membuatku tertawa dikala sedih
Kalian yang selalu mengingatkanku jua bahwa tak selamanya bahagia ada pada kita
Bahkan kalian yang selalu dan tak pernah bosan mengajakku ke jalan yang benar
Mungkin kalian tak banyak dikenal orang-orang
Tapi kalian sangat berarti
Bahkan sampai detik ini kalian masih tetap berarti
Di sini aku menantikan kalian
Menunggu kalian
Bahkan sampai menangis merindukan kalian
Jika kalian ada dihadapanku sekarang
Aku takkan bertele-tele untuk mengatakannya
"Aku rindu kalian, wahai sahabat
Aku rindu kalian"
Rasa ingin memeluk kalian
Berbagi cerita yang kita bawa masing-masing
Sahabat
Semoga kalian mendengar
Aku di sini merindukan kalian
Aku di sini ingin berjumpa dengan kalian
Teruntuk kalian, sahabat

Jumat, 27 September 2013

RANGKUMAN KEGIATAN MATA KULIAH OLIMPISME (4) PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN



Sabtu, 20 September 2013 adalah ke-4 kalinya saya dan teman-teman menghadiri mata kuliah olimpisme di kampus B Universitas Negeri Jakarta. Ini berarti pertemuan ke-4 saya dan teman-teman dengan Omjay. Ini berarti juga saya membuat resume yang ke-4 tentang penyebarluasan olimpisme melalui gerakan olimpiade modern.
Gerakan olimpiade pertama kali dipelopori oleh Baron Pierre de Coubertin seorang berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan Bapak Olimpiade. Ide dasarnya mengagas gerakan olimpiade adalah menciptakan kehidupan yang damai di dunia melalui aktivitas olahraga antar bangsa. Gerakan olimpiade diatur oleh International Olympic Committee (IOC) dan pertama kali diadakan di Athena pada tahun 1896. Tujuan utama gerakan olimpiade adalah mempromosikan dan menyebarluaskan paham olimpisme secara umum dan menanamkan filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan moral manusia; mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi semangat, saling pengertian, dan persaudaraan; menyebarluaskan prinsip-prinsip olimpisme ke seluruh dunia; serta mempertemukan atlet dunia dalam festival olahraga internasional empat tahunan.

olympicflag_color
Gambar di atas merupakan simbol gerakan olimpiade yang terdiri dari 5 cincin dengan 5 warna yang berbeda yang melambangkan 5 benua beserta warnanya masing-masing. Simbol ini diciptakan oleh Baron Pierre de Coubertin. Simbol ini diluncurkan pertama kali dan digunakan pada tahun 1914 dalam Kongres Olimpiade di Antwerpen.
Untuk melakukan gerakan olimpiade dan penyebarluasan paham olimpiade pada tanggal 23 Juni 1894 dibentuk organisasi non pemerintah yang diberi nama Komite Olimpiade Internasional (International Olympiade Committee/IOC) yang merupakan pendiri sekaligus pelaksanan olimpiade. Organisasi ini selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Komite Nasional Olimpiade (National Olympic Committee/NOC) dan Asosiasi Olahraga Kontinental. Selain itu, IOC juga membawahi komite-komite olimpiade di setiap kontinental. Penyelenggaraan olimpiade dibagi menjadi dua berdasarkan musimnya, yaitu olimpiade musim panas dan olimpiade musim dingin.
Indonesia juga berpartisipasi dalam gerakan olimpiade modern. Banyak atlet-atlet Indonesia yang memenangkan kejuaraan dan meraih medali emas, perak, dan perunggu. Dengan adanya gerakan olimpiade modern, secara tidak langsung menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang Citus, Altius, dan Fortius.

Jumat, 20 September 2013

RANGKUMAN MATA KULIAH OLIMPISME (3) FILOSOFI DAN NILAI-NILAI DALAM OLIMPISME



Ini adalah ketiga kalinya saya dan teman-teman menghadiri dan mengikuti mata kuliah olimpisme pada hari Sabtu, 14 September 2013. Pada pertemuan saat itu, di akhir mata kuliah, saya, teman-teman, dan Omjay makan siang bersama. Minggu sebelumnya kamu diberi tugas membawa nasi bungkus dengan lauk ayam atau telur. Materi olimpisme yang disampaikan Omjay saat itu adalah filosofi dan nilai-nilai dalam olimpisme.
Olimpiade berasal dari dua kata, yaitu olympic/olimpia yang berarti nama tempat di Athena yang digunakan sebagai penyelenggaraan festival olahraga bangsa Yunani kuno dan ism/isme yang berarti sebuah paham atau ajaran merupakan tatanan sosial yang diyakini memiliki nilai bila diterapkan dalam lingkungan masyarakat.
Olimpisme adalah dasar fundamental dan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengombinasikan keseimbangn antara jasmani dan rohani serta mengharmonikan antara kehidupan, keolahragaan, kebudayaan, dan pendidikan. Visi olimpisme adalah menempatkan olahraga di mana saja sebagai wahana pembentukan manusia secara utuh yang harmonis dalam usaha membangun suatu masyarakat yang damai dan saling menghormati. Paradigma olimpisme dalam olimpiade terdiri dari dua, yaitu prestasi olahraga bukan yang utama dan diskriminasi harus dihindarkan dalam setiap gerakan olimpiade. Olimpisme juga mempunyai motto yang diusulkan oleh Father Henri Didon, yaitu Citius, Altius, Fortius yang berarti lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat.
Di dalam olimpiade terdapat tiga nilai kehidupan, yaitu living excelent, living respect, dan living friendship. Tiga nilai kehidupan tersebut mempunyai nilai-nilai yang dapat dijabarkan.
Nilai-nilai yang terdapat dalam living excelent adalah sebagai berikut.
  1. Kerja keras.
  2. Pantang menyerah.
  3. Fokus.
  4. Terus belajar.
  5. Keseimbangan antara kebugaran fisik, motivasi, dan kekuatan mental.
Nilai-nilai yang terdapat dalam living respect adalah sebagai berikut.
  1. Perbedaan pendapat.
  2. Perbedaan keyakinan.
  3. Perbedaan keragaman budaya.
  4. Perbedaan suku dan bangsa.
  5. Hak-hak manusia.
  6. Pencapaian prestasi.
Nilai-nilai yang terdapat dalam living friendship adalah sebagai berikut.
  1. Persahabatan.
  2. Bersimpati dan berempati.
  3. Kerjasama.
  4. Saling memberi dan melayani.
  5. Saling mendukung.
Tidak hanya nilai-nilai kehidupan, ternyata dalam olimpiade juga terdapat nilai-nilai moral. Ketujuh nilai moral tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Kesempurnaan dalam kinerja.
  2. Berpartisipasi dalam kegembiraan dan kesenangan.
  3. Kejujuran dalam berkompetisi.
  4. Rasa hormat terhadap sesama tanpa memandang  perbedaan bangsa, budaya, suku maupun orang per orang.
  5. Pengembangan kualitas manusia.
  6. Kepemimpinan yang dilandasi oleh kebersamaa berlatih, bekerja, dan berkompetisi.
  7. Kedamaian antar bangsa.
Penjabaran nilai-nilai gerakan olimpiade dan olimpisme secara luas dalam kehidupan adalah sebagai berikut.
  1. Visioner (tujuan jangka panjang).
  2. Peaceful (kedamaian).
  3. No Discrimination (tidak diskriminatif).
  4. Mutual Understanding (saling memahami).
  5. Friendship (persahabatan).
  6. Solidarity (solidaritas).
  7. Fair Play (kejujuran,adil,wajar).
  8. Excellence (keunggulan).
  9. Fun (kesenangan).
  10. Respect (menghargai).
  11. Human Development  (pengembangan diri).
  12. Leadership (Kepemimpinan).
  13. Motivation (semangat,pantang menyerah).
  14. Team Work (kerjasama,sinergi).