Minggu, 15 September 2013

Kusut

Rasanya berkali-kali dibentangkan
Namun tetap saja seperti itu
Berkali-kali mencoba keluar
Tetap masih terjebak dalam kerumunan

Layaknya masalah
Yang tak pernah ada habisnya
Semakin rumit
Menemukan jejak kebenarannya

Seberapa besar mencoba tegar
Tapi tetap ada batasnya
Dan inilah keadaanku
Kusut tak beraturan

Jumat, 13 September 2013

RANGKUMAN KEGIATAN MATA KULIAH OLIMPISME (2) SEJARAH DAN FILOSOFI OLIMPIADE KUNO SEBAGAI AWAL LAHIRNYA OLIMPISME

Sabtu, 7 September 2013 adalah kedua kalinya saya dan teman-teman hadir dalam mata kuliah olimpisme. Materi yang disampaikan Omjay semakin menarik bagi saya. Materi saat itu membahas tentang Sejarah dan Filosofi Olimpiade Kuno. Secara umum, materi tersebut berisi sejarah lahirnya olimpiade serta filososi-filosofinya. Materi ini juga tak kalah bagus dari materi sebelumnya dan menurut saya lebih memotivasi.
Olimpiade begitu populer di dunia. Mengapa demikian? Karena di dalam pelaksanaan olimpiade terdapat unsur persahabatan. Selain itu, menjadi peserta, juara olimpiade, dan penyelenggara olimpiade merupakan impian dan targer strategis dan kebanggaan bagi sebuah bangsa atau negara.
Sejarah lahirnya olimpiade kuno berawal dari ditemukan kembali prasasti peninggalan kebuudayaan kota Olimpia oleh tentara Jerman pada akhir abad 19. Prasasti tersebut menggambarkan sebuah festival olahraga sebagai simbol pemujaan terhadap Dewa Zeus. Olimpiade awalnya adalah bagian dari ritual keagamaan bangsa Yunani dan koloninya yang dilakukan di bukit Kronus yang terletak di gunung Olimpia yang diikuti oleh ratusan atlet. Olahraga yang diperlombakan masih sederhana, seperti lari, gulat, penthatlon, tinju, balap kereta kuda, pancration, balap kuda, dan lari membawa senjata. Lomba ini diadakan 4 tahun sekali di stadion berkapasitas 40.000 di dekat sungai Kladeios yang berlangsung selama 5 hari. Peserta lomba tidak memakai pakaian dimaksudkan untuk menjaga kesucian festival. Peserta dan penonton yang ikut berpartisipasi hanya kaum pria. Selama perlombaan berlangsung tidak boleh ada sikap permusuhan, bahkan jika ada sikap tersebut, maka dihentikan dan dilarang. Pemenang perlombaan diberikan penghargaan tertinggi berupa mahkota daun zaitun dan diberikan gelar pahlawan. Lomba di Olimpia berakhir dan dihentikan oleh kerajaan kristen dan raja yang berkuasa saat itu adalah Theodore I. Kemudian, kota Olimpia dihancurkan oleh Raja Theodore II. Sejak saat itu kota Olimpia dinyatakan hancur dan hilang akibat bencana alam.
Filosofi dan nilai-nilai penyelenggaraan olimpiade kuno adalah sebagai berikut.
  1. Selalu menjaga kesucian diri selama nertanding,
  2. Kekuatan dan kebugaran fisik, keterampilan dan ketahanan mental.
  3. Semangat untuk berprestasi.
  4. Kejujuran dalam pertandingan.
  5. Saling menghargai.
  6. Terciptanya perdamaian.
  7. Terjalinnya kompromi dan kesepakatan antar suku bangsa.
  8. Penghargaan tertinggi bagi yang berprestasi.
  9. Peningkatan ekonomi.
  10. Sukaria/sukacita.

RANGKUMAN KEGIATAN MATA KULIAH OLIMPISME MENUMBUHKEMBANGKAN JIWA-KARAKTER PEMENANG DALAM DIRI MASYARAKAT INDONESIA

Pada hari Sabtu, 31 Agustus 2013, adalah kali pertama saya dan teman-teman menghadiri mata kuliah olimpisme. Tujuan dari mata kuliah ini adalah dapat memahami olimpisme dan filosofinya sebagai nilai universal serta sejarah lahir olimpisme dan berbagai gerakan olimpiade dunia. Materi perdananya adalah Menumbuhkembangakan Jiwa-Karakter Pemenang Dalam Diri Masyarakat Indonesia.
Indonesia menempati peringkat ke-4 jumlah penduduk terbesar di dunia, yakni lebih dari 250 juta. Tidak hanya penduduk terbesar ke-4 di dunia, soal kecerdasan, Indonesia juga tidak kalah unggul dengan negara lain dan terkenal dengan sifat keramahtamahannya. Indonesia juga mempunyai pertambangan emas dan gas terbesar di dunia dengan kulaitas terbaik. Selain itu, Indonesia juga mempunyai 3 hutan tropis dengan luas 39.549.447 hektar dengan keanekaragaman hayati terlengkap yang letaknya di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Indonesia memiliki lautan terluas dan terdapat berbagai macam spesies ikan serta keindahan di dalamnya. Yang tidak kalah penting, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, karena letaknya yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan banyaknya gunung berapi yang masih aktif. Potensi wisata di Indonesia juga sangat besar.
Dari pemaparan di atas, kita bisa mengetahui betapa besar potensi Indonesia yang tidak miliki oleh negara-negara lain. Karena potensinya, tidak sedikit negara asing yang berminat bahkan memerebutkan aset dan kekayaan alam Indonesia. Namun, pada kenyataannya, telah terjadi pergeseran dan perubahan antara visi-misi dengan fenomena dalam masyarakat. Fenomena yang terjadi pada masyarakat sudah tidak lagi sesuai dengan visi-misi bangsa, di antaranya memudarnya rasa toleransi, meningkatnya anarkisme dan radikalisme, kurangnya pembinaan terhadap komunitas positif, meningkatnya jumlah pengangguran, kondisi ekonomi dan kesejahteraan masih rendah dan belum merata, pengendalian ekonomi terhadap bangsa asing, performa dan citra Indonesia terus menurun, serta para elite dan pemimpin negeri kurang harmonis dan sinergis.
Dampak yang akan ditimbulkan dari fenomena pergeseran yang terjadi dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
1.   Sulit menghasilkan masyarakat dan pemimpin yang bersikap nasionalis, visioner, dan profesional.
2.  Indonesia akan terus terpuruk dalam permasalahan dan sulit mendapatkan titik temu karena banyaknya konflik kepentingan.
3.   Indonesia tidak siap dalam menghadapi perubahan dan persaingan global.
4.   Citra Indonesia semaklin terpuruk dalam berbagai aspek kehidupan.
Untuk menghidari dampak-dampak tersebut, Indonesia harus memiliki jiwa-karakter pemenang harus dibangkitkan kembali. Untuk membangkitkan kembali jiwa-karatkter pemenang, perlu dibangun kepribadian pemenang, yaitu

  1. Mampu mengendalikan diri dan sikap
  2. Toleransi terhadap perbedaan
  3. Kesadaran terhadap waktu
  4. Percaya diri yang kuat
  5. Prestasi yang tinggi
  6. Tingkat energi yang tinggi

Selain itu, perlu juga kunci sukses untuk menjadi pemenang, yaitu berani mencoba, berani gagal, berani sukses, dan berani berubah. Membangun sikap pemenang juga diperlukan berbagai kemampuan, tingkat pengetahuan, tingkat kemampuan, dan orientasi pada tindakan. Tidak hanya berdasarkan pendapat dan ajaran olimpisme, ternyata kitab suci juga menganjurkan agar manusia selalu siap berubah untuk menjadi pemenang.

Jumat, 30 Agustus 2013

Nothing Change But Yes For The Distance

Sometimes, you will feel that you're really missing someone - anyone - it could be your family, your friends, your best friends, until your ya-you-know-that. When you've known there's no change with the person that you missed, it's okay. There's no problem. But, how is the distance? Are you sure that you still said "I'm fine. I'm okay. And there's no problem."? Maybe yes or maybe no. It's depend on yourself.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Tentang Langit

Prolog dulu ya...

Ehm, jadi begini saudara-saudara... Sebenarnya yang akan saya post kali ini adalah sebuah puisi. Nah, puisi ini saya re-post. Lho? Kok re-post? Iya, karena sebelumnya sudah pernah saya post. Tepatnya sebelum saya punya blog, hihihi.

Puisi ini saya ambil dari notes di facebook saya. Setelah saya baca kembali, saya sadar kata-katanya bermakna dalam dibanding puisi yang selama ini pure saya posting di blog. Hahaha.

Langsung saja kita simak... Ini dia puisinya...

Ketika kamu mendapatkan suatu kebahagian
Maka kamu seakan berada di langit tertinggi
Ketika kamu mendapatkan apa yang orang lain tidak bisa
Maka kamu seakan peri penolong bergaun putih

Namun ketika deburan ombak menghempas perlahan
Kamu tetap berusaha tegar tanpa menitikkan air mata
Berusaha bangkit seakan tak terjadi apa-apa
Tak melihat siapa atau apapun kamu terus melangkah

Tapi saat ombak laut menghempas segalanya tanpa tersisa
Seperti kilatan cahaya api
Kamu merasakan berada jauh berada di dalam
Tak tersisa sedikitpun air matamu jatuh perlahan

Akhirnya kamu mulai berpikir
Menganggap bintang harapanmu telah sirna
Kini yang tersisa hanyalah langit, awan, dan senja
Dan kamu mulai memilih

Sadarkah kamu bahwa mereka itu sama
Langit, awan, dan senja
Berbeda tapi sama
Hanya wujud yang membedakan

Kamu berpikir lagi
Menelaah keadaan
Lagit, awan, dan senja
Kamu sadar mereka sama

Seperti langit, cerah namun ada kalanya gelap
Seperti awan, putih namun menghitam
Seperti senja, bersinar lalu tenggelam
Hanya bintang yang tak pernah sirna

Itu semua hanya ada dalam pikiranmu
Sesungguhnya tak pernah gelap, hitam, atau tenggelam
Yang ada hanya fatamorgana dalam pikiranmu
Dan sungguh, bintang harapanmu tetap ada, takkan pernah sirna

Kamis, 08 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar para pembaca blog? *serasa punya pembaca ya wkwkwk*

Alhamdulillah, akhirnya tiba juga hari kemenangan yang dinantikan. Gema takbir berkumandang di mana-mana. Subhanallah o:)

Ini adalah postingan yang saya tulis di malam takbiran. Setidaknya ini adalah kegiatan saya daripada berdiam diri, hahaha.

Nah, sekalian nih saya mau membahas tentang tradisi bermaaf-maafan yang biasa dilakukan nih.

Hm, kalau menurut saya sih, tradisi bermaaf-maafan itu lebih bermakna ketika kita mengucapkan kata maaf langsung kepada orang yang dituju. Kenapa? Menurut saya sih, karena bisa diungkapkan lebih luas dengan kata-kata dibandingkan lewat tulisan (via SMS, BBM, Twitter, Facebook, dan Social Media lainnya). Kadang tak semua hal bisa diungkapkan lewat tulisan. Ada alasan lain juga sih kenapa saya berpendapat kalau tradisi bermaaf-maafan lebih bermakna lewat omongan dibandingkan lewat tulisan. Alasannya itu adalah... *jeng jeng jeng* cukup repot dan lelah mengetiknya, hahaha. Tapi itu bukan alasan utama sih. Alasan utamanya itu, menurut saya, ya kita lega memohon maaf dengan cara berbicara langsung dengan orang yang dituju.

Hm, sepertinya sudah tidak ada lagi yang akan saya tulis...

Ah, anyway, ini adalah lebaran pertama saya tanpa kakek saya. Ya, rasanya ada yang janggal sih. Saya berharap semoga saya bisa dan kuat menjalani serta melaluinya. Aamiin.

Okay, now it's time for me to say...

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN \^o^/v

Selasa, 30 Juli 2013

Benarkah?

Hem, mungkin ini adalah posting random yang pernah saya tulis...

Hari ini saya (sempat) berbahagia. Sederhana sih. Tapi semua itu berubah sejak tadi. Iya... Ya, ada sesuatu yang membuat saya agak tercengang. Saya yakin sesuatu yang saya maksud itu ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Mungkin. Mungkin iya. Mungkin juga tidak.

Entahlah... Yang tahu kebenarannya hanya Yang Maha Benar. Saya hanya bisa berharap, mudah-mudahan sesuatu itu tidak benar.