Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Januari 2018

Alunan Denting Piano

Posting pembuka awal tahun 2018 (yang merupakan isi hati). Happy reading... Hope y'all enjoy it!

Alunan itu selalu menemaniku
Setiap malam,
mengisi sela di celahku
Terngiang,
berdengung,
melekat di kepalaku

Terima kasih
telah menjadi pengisi hariku
Terima kasih
mau menjadi pelipur laraku
Terima kasih
sudah mengisi hatiku

Selasa, 07 November 2017

Setahun Berlalu

Setahun berlalu
Bersisa sedikit
Aku di sini
menatap dan merenungi

Setahun berlalu
Senyuman, tangisan
banyak yang terlewati
Hampir semua berlalu

Setahun berlalu
Aku bangkit
Berusaha menata
juga memperbaiki
Semoga berhasil

Selasa, 04 Juli 2017

Pertanyaan

Pertanyaan ini terus berputar di kepalaku
"Mengapa aku baru bertemu denganmu sekarang?,
Sungguh, ini sedikit mengganggu..."
Aku hanya bisa menghela, lalu menghela

Rabu, 19 April 2017

Mengapa Aku (yang) Jatuh Cinta?

"Mengapa aku (yang) jatuh cinta?"
Aku menghela nafasku
Menahan (rasa) sakitku
Mengubahnya dalam senyum

Sering aku berpikir,
kau yang curang
Selalu memulainya,
kemudian mengakhiri
Seolah kau tak pernah memulai

Bahkan saat ini,
pun aku bertanya
"Apa hanya aku yang jatuh cinta?
Bagaimana denganmu?
Apa kau (juga) jatuh cinta?"

Sabtu, 12 November 2016

Kejujuran

Terselip diam
Di antara maaf
yang kita ucapkan
Di antara jeda
suaraku dan suaramu
Di sudut ruangan
di dalam ruangan

Terselip kejujuran
Di antara diamku
dan ketidaksadaranmu
Terselip rasa penasaran
Di antara beribu pertanyaan
dalam benakku

Benarkah, dirimu
milik perempuan
yang terpajang
di layar pelindungmu?

Jawabnya pun tak tahu
Jawabnya terselip
dalam kejujuran
di hatimu

Senin, 07 November 2016

Kenangan

Selalu ada kenangan
Di setiap bait
Bahkan baris lirik
yang kau tulis

Ia selalu ada
Kembali ada
Saat lirik itu kau nyanyikan

Ia selalu hadir
Walau kau tak di sini
Walau tak selalu di tempat yang sama

Ia akan selalu ada
Hadir
Walau entah kapan
Kau benar-benar hadir


Ps. Dibuat menjelang ujian PKM. Sekadar melepas lelah-yang-tak-dapat-dijelaskan.

Selasa, 18 Oktober 2016

Lelahku di Jakarta Malam Hari

Maafkan,
ketika diri ini tidak sanggup
menanggung beban
Maafkan,
ketika hati ini berkata,
"Aku lelah"

Biarkan seluruh lelah,
peluh keringatku
larut dalam langit Jakarta
malam hari

Tuhan,
izinkan aku
menumpahkan,
melampiaskan semua

Tuhan,
izinkan aku
berada di sini
Di puncak tertinggi
Di Jakarta
pada malam hari

Sabtu, 20 Agustus 2016

Salamku Mengudara

Memang tak terlihat,
namun ia mengudara
Semoga ia sampai padamu,
yang ditujukan
Semoga ia terdengar olehmu,
wahai penerima

Semoga memang benar kau mendengar
Deru angin yang membawa sepatah
bahkan dua patah kata
dengan untaian do'a
di ujung salamku

Semoga ia mengudara
sampai ke hatimu

Rabu, 29 Juni 2016

Kenangan (dalam) Hujan

Aku menggerutu
Ya, aku menggerutu saat kenangan itu lewat
Mencoba kembali ke masa lalu
Aku tersenyum, menghelas napas

Berhenti di suatu tempat
Seolah melihat reka ulang masa itu
Aku menggerutu lagi,
"Seandainya aku bisa kembali lagi"
Namun sudah terlambat

Waktu tak dapat diputar ulang
Aku hanya rindu
Ingin menyampaikan
"Tulisan tanganmu sudah tidak ada"

Hingga reka ulang itu memudar
Aku sadar itu hanya bayang-bayang kelam
Sepenggal kisah pertemuan yang kontradiksi
Yang sering dipertemukan dalam hujan

Senin, 04 April 2016

Terima Kasih

Terima kasih atas jawaban yang Kau berikan
Jawaban dari doa-doaku yang kupanjatkan saat hujan
Yang turun deras dan kulihat dari kaca jendela
Bersama langit gelap diiringi nada-nada halilintar

Terima kasih untuk rangkaian petunjuk yang telah Kau kirimkan
Petunjuk dari-Mu yang kadang aku abaikan, tak kuindahkan
Kau bilang menjauh, namun aku mendekat
Hingga aku tak sadar, Kau turunkan petunjuk-petunjuk-Mu sangat jelas

Terima kasih...
Sebelum semua terlanjur, sebelum semua mendalam
Terima kasih...
Kau beri di awal, agar diriku tak tenggelam dalam sebuah rasa

Minggu, 14 Desember 2014

ABSTRAK

Mungkin aku harus berlari sejenak
Walau napas ini tersengal
Bahkan mungkin aku harus terus bergerak menjauh
Sampai rasa ini bisa kuterima
Sampai aku ikhlas mengakui bahwa rasa ini benar-benar ada
Memang tak mudah
Menyesali pun tiada guna
Seperti ini pun karena perbuatanku
Kesan pertamaku dan aku yang memulainya
Maafkan bila di tengah-tengah aku berhenti walau hanya sejenak
Kemudian aku berlari lagi tanpa tahu kapan aku benar-benar berhenti
Namun yang pasti terima kasih telah hadir
Terima kasih atas segala sikap
Terima kasih untuk kata motivasi walau tak terucap

Note: Puisi ini dibuat dari inspirasi yang datang mendadak saat senja tiba di Jatimekar, Bekasi, tepatnya saat sedang menunggu siswa les di tempat mengajar (bimbingan belajar).

Kamis, 16 Oktober 2014

Perjalanan

Semula langkahku melebihi langkahmu
Terus berlari menjejaki jalur hitam
Tak sampai lima menit semua berubah
Langkahmu mendahuluiku perlahan

Aku tertinggal beberapa langkah darimu
Tapi tak sampai tak hingga
Kini aku berada di belakangmu
Walau tidak tepat

Kau terus berlari tanpa kutahu
Sesuatu yang kau kejar
Mungkin memang tak seharusnya aku tahu
Cukup dirimu yang mengetahuinya

Perjalanan yang kita lalui sekilas sama
Pada kenyataannya tidak
Di persimpangan kita memilih jalur masing-masing
Aku ke kanan tanpa tahu kau ke mana

Perjalanan ini memang sekilas sama
Karena mulanya kita berada pada satu jalur
Perjalanan ini bukan milik bersama
Perjalanan ini milik masing-masing
Perjalananku, milikku
Perjalanmu, milikmu

Senin, 06 Oktober 2014

Elegiku

Elegiku...
Tenggelam bersama lembayung senja di Jakarta
Larut dalam keramaian ibukota
Terhampar di alam semesta

Elegiku...
Berada di antara jutaan orang
Namun tak diketahui kerumunan orang
Terbawa angin darat yang berhembus

Elegiku...
Ada di sini, tak terlihat
Bersembunyi dalam bayang kabut
Memaksa muncul di malam kelam

Elegiku...
Cukup diriku yang tahu
Mereka hanya bisa menilai
Tak mengerti makna sebenarnya

Jumat, 25 Juli 2014

Hai Teman

Hai teman...
Masih ingatkah kamu perjuangan kita dulu?
Hai teman...
Masih ingatkah kamu nazar kita dulu?

Hai teman...
Lama tak bersua denganmu
Saat kumenghubungimu aku hanya bisa menghela napas
Yang kudapat berita yang membuatku terguncang merasakan gempa parsial di sekitarku

Hai teman...
Seandainya ada mesin waktu
Aku ingin mengulangi masa-masa dulu
Kalau bisa aku mengulang, aku ingin tahu lebih awal berita yang kutahu baru-baru ini

Hai teman...
Maaf aku belum bisa mengunjungimu
Maaf aku belum bisa menampakkan batang hidungku dihadapanmu
Maafkan aku, teman

Hai teman...
Meskipun begitu, aku tak pernah lupa terhadapmu
Walau ragaku belum sempat bertemu denganmu
Namun do'aku selalu mengalir untukmu

Semangat teman...
Aku selalu memohon untuk kesembuhanmu
Aku selalu memohon agar engkau sehat seperti dulu
Aku selalu memohon agar engkau kuat seperti yang kukenal

Semangat teman...
Aku, bahkan kami di sini menantikanmu
Menantikan sosokmu yang teguh, semangat, dan pantang menyerah
Semangat teman...

Andai kau membaca ini
Rasa rinduku terhadapmu lebih dari kata-kata yang kutuangkan dalam puisi ini
Semoga kita bertemu
Wahai teman yang kurindu

Kamis, 17 Juli 2014

Jalan yang Kau Lalui, Ukhti

Ukhti, bersyukurlah...
Karena kehidupan yang kau jalani tak seperti kehidupanku
Ukhti, bersyukurlah...
Karena apa yang kau miliki tak seperti kepunyaanku
Ukhti, bersyukurlah...
Karena memang ini jalan yang harus kau lalui

Ukhti, setidaknya kau masih bisa bertemu dengannya
Kau tau siapa sosok itu, Ukhti
Ukhti, tetaplah istiqomah dan jangan bosan memohon petunjuk-Nya
Ukhti, inilah jalanmu, berbeda dengan jalanku

Jalanmu yang memang sudah dipertemukan sosok itu oleh-Nya
Aku ikut berbahagia, Ukhti
Jalanku masih panjang, Ukhti, masih banyak urusan lain yang harus aku jalani
Jika jalanmu sudah dipertemukan, Ukhti, maka jalanku hanya sebatas mendo'akan yang terbaik untuknya

Minggu, 25 Mei 2014

Tidak Mengapa

Aku bukan orang suci
Aku bukan orang yang paham agama
Aku juga bukan orang yang selalu benar
Tapi aku beragama dan bertuhan (red: Allah SWT)
Ilmuku memang tak setinggi langit
Ilmuku juga tak seluas samudera-Nya
Tapi izikanlah aku menyampaikan satu kebaikan dan kebenaran
Izikanlah aku memperjuangkan keduanya di jalan-Mu
Tidak mengapa jika aku harus dibenci
Selama aku memperjuangkan kebenaran di jalan-Mu

Senin, 09 Desember 2013

Aku dan Rintik Hujan

Hari ini aku berjalan
Tepat di tengah rintik hujan
Sambil memandang senja di sore hari
Sama seperti waktu itu, di siang hari  

Aku menapaki sebuah jalan
Setiap tapak yang diiringi cipratan air
Mengejar waktu tak peduli
Seberapa besar hujan, tetap kutempuh

Aku terus berlari
Melawan angin dan rintikan hujan yang semakin deras
Demi mengejarmu, wahai waktu
Tak kupedulikan diriku saat itu

Baru sadar sekarang
Betapa bodoh aku berlaku begitu
Namun ada satu alasan kuatku
Karena aku tak mau berurusan denganmu

Kamis, 05 Desember 2013

Selamat Malam Perasaan Itu

Selamat malam
Kuucapkan kepada perasaanku
Perasaan yang mungkin tak seharusnya ada
Tak seharusnya ada untuknya

Tak jarang aku menikam diriku
Pikiranku menikam hatiku
Mem-blocking dengan segala cara
Agar rasa ini tak larut terlalu dalam

Selamat malam
Kuucapkan pada rasa yang tak tersampaikan
Rasa yang tak tersampaikan kepadanya
Bahkan mengendap dalam diriku

Selamat malam
Kuucapkan pada seseorang
Seseorang yang mungkin tak tahu diriku
Berharap tahu

Selamat malam
Terimakasih telah dipertemukan
Mungkin aku hanya bisa menyampaikannya
Lewat untaian kata di atas sajadah

Minggu, 17 November 2013

Entah Apa

Entah apa
Aku tak bisa menjelaskannya
Namun satu hal yang pasti
Ketika aku melihatmu senyumku mengembang

Mungkin ini rasa banggaku terhadapmu
Rasa bangga walaupun aku tak tahu apa yang terjadi di sana
Namun bisa saja aku hanya terbawa
Terlalu larut dalam perasaanku, alam bawah sadarku

Senin, 11 November 2013

Sabar dan Ikhlas

Ikhlas...
Satu kata tak asing
Begitu mudah diucapkan
Melakukannya tak semudah mengucapkannya

Sabar...
Juga kata tak asing
Temannya ikhlas
Selalu berdampingan

Apalah arti sabar tanpa ikhlas
Sesabar-sabarnya, namun ada batasnya juga
Apalah arti ikhlas tanpa sabar
Seikhlas-ikhlasnya , kadang menemukan puncak lelah
 
Inilah kenapa sabar dan ikhlas selalu berdampingan
Mereka punya satu persamaan yang kadang diabaikan
Yang sering terlewatkan kita
Sabar dan ikhlas sama-sama butuh proses

Sebuah proses yang luar biasa
Proses di mana kita menjadi dekat dengan-Nya
Itulah mengapa kita harus sabar dan ikhlas
Karena Allah tak mau kita jauh dari-Nya