Senin, 04 November 2013

Puisi Tanpa Judul

Puisi ini tak perlu judul
Jangan tanya kenapa
Kalian pasti akan tahu
Jika kalian membacanya

Hidup seperti bumi yang berotasi 24 jam
Setiap waktu dan tanpa batas
Ada kalanya bibir melengkung ke atas
Ada juga kalanya melengkung ke bawah disertai titik air

Suka dan duka itu hanya berjarak sejengkal
Masih tak percaya?
Bercerminlah sekarang
Masih juga tak percaya?
 
Bisa saja hari ini senang
Bisa saja esok hari kebalikannya
Atau bisa saja saat ini senang
Beberapa menit kemudian sebaliknya

Sadarkah bahwa kita makhluk lemah?
Aku sadar, setiap tapak yang kujejaki
Setiap pijakan yang kubuat
Mempunyai hasil dan arti yang berbeda

Ketika mendapat hasil yang baik
Jangan lupa untuk selalu merendah dan bersyukur
Ketika mendapat hasil yang tak diharapkan
Jangan mengeluh, berdoa pada Yang Kuasa

Karena setiap doa adalah kekuatan
Kekuatan untuk meniti jalan yang masih panjang
Jalan yang penuh duri dan kerikil
Yang tak pernah diketahui kapan kita akan tersandung mereka

Percayalah
Kenapa harus percaya?
Karena percaya juga kekuatan
Percaya pada Yang Maha Kuasa

Apapun garis yang telah ditakdirkan oleh-Nya
Apapun ketetuan-Nya untuk kita
Suka ataupun tidak
Percayalah itu semua yang terbaik untuk kita

Rangkaian cobaan dan ujian
Terasa perih untuk kita jalani
Tapi percayalah, lagi-lagi itu adalah yang terbaik untuk kita
Allah tak mau kita jauh dari-Nya, Allah ingin selalu dekat dengan hamba-Nya

Apapun yang kita rasakan
Senang, sedih, bahkan perih
Ikhlaskanlah, ikhlaskan karena-Nya
Karena Allah akan selalu memberikan yang terbaik untuk umat-Nya

Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin

Jumat, 01 November 2013

Jarak

Seorang perempuan pernah mengatakan seperti ini...
"Terpisah oleh jarak itu memang sakit. Tapi lebih sakit lagi ketika kita tahu bahwa jarak itu mudah dijangkau."
Benarkah seperti itu?

Aku, Jakarta, dan Hujan

Hari ini Jakarta hujan
Setiap rintikan air yang jatuh
Mengingatkanku dengan kenangan
Setiap tetesnya berarti satu memori

Senin, 28 Oktober 2013

Sepatu



Kita adalah sepasang sepatu 
Selalu bersama tak bisa bersatu 
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
 
Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan
 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
 
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan 
Ku tak masalah bila terkena hujan 
Tapi aku takut kamu kedinginan
 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa 
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya
 
Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu
 
Tulus - Sepatu

Picture takes from http://www.animationlibrary.com

Rangkaian Kata Sejuta Makna

Apalah arti sebuah kata atau kalimat jika kita tak bisa mendalami dan memahami maknanya? Kalimat adalah rangkaian kata yang menurut saya mempunyai dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, rangkaian kata itu indah nan bermakna. Kemungkinan kedua, kebalikannya.

Saya hanya ingin berbagi rangkaian kata yang saya kutip dari sebuah lagu. Kenapa harus dikutip dari sebuah lagu? Buat saya, rangkaian kata itu bermakna, lebih dari sekadar berarti dalam hidup saya.

"Kita bisa rasakan bahagia, asalkan kita trus percaya. Sadari semua makhluk tercipta, tuk saling dapat menjalani hidup ini bersama."

"Jangan kau ragu, aku di sini untukmu. Walaupun tak selalu di laga yang sama. Gelap pasti kan menghampiri. Badai pun datang menghakimi. Namun sinarnya kan menjaga, jelas arah kita."

Rangkaian kata di atas saya kutip dari lagu RAN featuring Tulus yang berjudul Kita Bisa.

Kalau disuruh jujur, bagian yang paling bermakna adalah...

"Jangan kau ragu, aku di sini untukmu. Walaupun tak selalu di laga yang sama."
Karena menurut saya, seberapa jauh kita terpisah dari orang-orang yang bermakna dalam hidup kita, mereka akan tetap ada. Walaupun invisible (tak ada langsung di hadapan kita) dan tak selalu di laga yang sama. Tapi, percayalah, Insya Allah, di setiap perpisahan yang menyedihkan, di setiap sekat jarak terjauh yang menghadang, mereka akan ada walalupun tak setiap waktu kita butuhkan dan inginkan. Setidaknya mereka ada di sela-sela atau satu waktu saat kita benar-benar membutuhkan mereka begitupun sebaliknya.

Sabtu, 28 September 2013

Rindu Sahabat

Laut dan ombaknya
Pantai dan pasirnya
Jejak-jejak yang dibuat
Tapak demi tapak yang dilalui
Lengkungan tawa
Air mata
Bahkan emosi serta kegilaan lainnya
Semua mengingatkanku kepada kalian
Kalian yang selalu membuatku tertawa dikala sedih
Kalian yang selalu mengingatkanku jua bahwa tak selamanya bahagia ada pada kita
Bahkan kalian yang selalu dan tak pernah bosan mengajakku ke jalan yang benar
Mungkin kalian tak banyak dikenal orang-orang
Tapi kalian sangat berarti
Bahkan sampai detik ini kalian masih tetap berarti
Di sini aku menantikan kalian
Menunggu kalian
Bahkan sampai menangis merindukan kalian
Jika kalian ada dihadapanku sekarang
Aku takkan bertele-tele untuk mengatakannya
"Aku rindu kalian, wahai sahabat
Aku rindu kalian"
Rasa ingin memeluk kalian
Berbagi cerita yang kita bawa masing-masing
Sahabat
Semoga kalian mendengar
Aku di sini merindukan kalian
Aku di sini ingin berjumpa dengan kalian
Teruntuk kalian, sahabat

Jumat, 27 September 2013

RANGKUMAN KEGIATAN MATA KULIAH OLIMPISME (4) PENYEBARLUASAN OLIMPISME MELALUI GERAKAN OLIMPIADE MODERN



Sabtu, 20 September 2013 adalah ke-4 kalinya saya dan teman-teman menghadiri mata kuliah olimpisme di kampus B Universitas Negeri Jakarta. Ini berarti pertemuan ke-4 saya dan teman-teman dengan Omjay. Ini berarti juga saya membuat resume yang ke-4 tentang penyebarluasan olimpisme melalui gerakan olimpiade modern.
Gerakan olimpiade pertama kali dipelopori oleh Baron Pierre de Coubertin seorang berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan Bapak Olimpiade. Ide dasarnya mengagas gerakan olimpiade adalah menciptakan kehidupan yang damai di dunia melalui aktivitas olahraga antar bangsa. Gerakan olimpiade diatur oleh International Olympic Committee (IOC) dan pertama kali diadakan di Athena pada tahun 1896. Tujuan utama gerakan olimpiade adalah mempromosikan dan menyebarluaskan paham olimpisme secara umum dan menanamkan filosofi olahraga sebagai dasar pembentukan fisik dan moral manusia; mendidik generasi muda melalui olahraga yang dilandasi semangat, saling pengertian, dan persaudaraan; menyebarluaskan prinsip-prinsip olimpisme ke seluruh dunia; serta mempertemukan atlet dunia dalam festival olahraga internasional empat tahunan.

olympicflag_color
Gambar di atas merupakan simbol gerakan olimpiade yang terdiri dari 5 cincin dengan 5 warna yang berbeda yang melambangkan 5 benua beserta warnanya masing-masing. Simbol ini diciptakan oleh Baron Pierre de Coubertin. Simbol ini diluncurkan pertama kali dan digunakan pada tahun 1914 dalam Kongres Olimpiade di Antwerpen.
Untuk melakukan gerakan olimpiade dan penyebarluasan paham olimpiade pada tanggal 23 Juni 1894 dibentuk organisasi non pemerintah yang diberi nama Komite Olimpiade Internasional (International Olympiade Committee/IOC) yang merupakan pendiri sekaligus pelaksanan olimpiade. Organisasi ini selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Komite Nasional Olimpiade (National Olympic Committee/NOC) dan Asosiasi Olahraga Kontinental. Selain itu, IOC juga membawahi komite-komite olimpiade di setiap kontinental. Penyelenggaraan olimpiade dibagi menjadi dua berdasarkan musimnya, yaitu olimpiade musim panas dan olimpiade musim dingin.
Indonesia juga berpartisipasi dalam gerakan olimpiade modern. Banyak atlet-atlet Indonesia yang memenangkan kejuaraan dan meraih medali emas, perak, dan perunggu. Dengan adanya gerakan olimpiade modern, secara tidak langsung menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang Citus, Altius, dan Fortius.